PSBB Surabaya, Arus Logistik Udara Harus Lancar

Jumlah barang yang diangkut dari bandara Juanda Surabaya rata-rata sebanyak 116,5 ton per hari atau lebih dari 43 juta kg per tahun.
Penulis : Rinaldi Mohammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) mengungkapkan aktivitas logistik melalui transportasi udara harus tetap berjalan di wilayah Surabaya dan sekitarnya pasca ditetapkan sebagai wilayah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Joni Gusmali menyatakan bahwa sejak awal krisis Covid-19, transportasi barang atau kargo udara sangat penting dalam pengantaran obat-obatan dan peralatan kesehatan yang sangat dibutuhkan. Selain itu, transportasi udara juga penting untuk menjaga rantai pasokan global agar tetap berfungsi menjamin pengiriman material yang sangat peka terhadap waktu.

Analisis SCI, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, menunjukkan jumlah barang yang diangkut dari bandara Juanda Surabaya rata-rata sebanyak 116,5 ton per hari atau lebih dari 43 juta kg per tahun.

“Dengan volume itu, bandara tersebut menempati peringkat ketiga untuk pengangkutan udara barang domestik di Indonesia sesudah Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta dan Bandara Sentani Jayapura,” ujarnya, Rabu (22/4/2020).

Enam besar tujuan pengangkutan udara barang dari bandara Surabaya adalah Cengkareng Jakarta, Balikpapan, Makassar, Batam, Kupang, dan Banjarmasin; diikuti 30 bandara lainnya di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. Dengan demikian bandara Surabaya merupakan pusat distribusi kargo udara baik kearah barat, utara, maupun wilayah timur Indonesia.

Oleh karena itu, Joni merekomendasikan agar dalam proses penyusunan konsep PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik perlu mempertimbangkan agar sektor ekonomi di bidang perhubungan udara khususnya pengangkutan barang dan angkutan satgas dijamin tetap beroperasi.

Dia menyarankan agar dibuat tata cara perinci industri kargo udara dalam melakukan koordinasi dengan organisasi internasional, regulator (pemerintah pusat), dan mitra rantai pasokan untuk mengurangi dampak krisis Covid-19.

Pihaknya berharap dapat diperoleh solusi inovatif dan praktik terbaik misalnya dengan memanfaatkan kapasitas kabin pesawat penumpang untuk pengangkutan barang udara.

“Pengangkutan kargo udara perlu dijaga agar tetap beroperasi dengan menitikberatkan perhatian pada kargo khusus berupa alat-alat kesehatan, masker, obat-obatan, makanan, uang tunai, dan barang e-commerce perlu dijamin kelancarannya selama masa PSBB,” terangnya.

Pihak terkait perlu menyusun pedoman (prosedur operasional standar) penanganan kargo udara saat pemberlakuan PSBB dengan melibatkan para ahli kargo udara supaya petugas di lapangan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dalam keadaan aman, nyaman, dan cepat.

Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/264/2020 telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Sumber : bisnis.com

Daftarkan Email anda dan dapatkan informasi dan promo menarik dari Prahu-Hub.