Pengusaha Logistik Minta Tarif yang Bebani Pengiriman Barang Dihapus

Industri logistik masih berupaya membantu menyalurkan kebutuhan masyarakat di tengah serangan virus corona. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldi Ilham Masita tidak menampik ada kesulitan dalam pengiriman barang.
Untuk itu, Zaldi meminta agar ada keringanan yang diberikan kepada industri logistik dalam kondisi seperti ini.
“Yang dibutuhkan oleh industri logistik saat ini adalah penghapusan tarif-tarif yang membebani biaya logistik agar biaya logistik kita bisa turun terutama pada saat krisis sekarang ini,” kata Zaldi saat dihubungi kumparan, Selasa (5/5).
“Tarif-tarif seperti regulated agent di bandara, gudang di bandara, PNBP yang banyak dilakukan oleh Kemenhub di bandara dan pelabuhan, tarif pemeriksaan kontainer, biaya timbun yang progresif di pelabuhan, dan lainnya,” tambahnya.
Zaldi mengatakan sempat juga ada kendala dalam pengiriman barang melalui udara. Namun, kondisi tersebut sudah mulai bisa diselesaikan dengan baik.
Zaldi mengakui saat ini pengiriman barang melalui pesawat juga semakin banyak. Sebab, maskapai mayoritas mengandalkan angkut kargo karena penerbangan orang masih dilarang.
“Kalau ada perang harga kargo udara, dampaknya malah bagus untuk logistik. Pengiriman kargo keluar Pulau Jawa akan lebih murah dan membantu UMKM untuk bisa mengirimkan barangnya lebih murah dan cepat lewat udara,” ungkap Zaldi.
Apalagi, kata Zaldi, peraturan larangan mudik dari pemerintah bisa membuat pengiriman barang ke daerah bisa meningkat. Sehingga hal itu harus diperhatikan oleh pemerintah.
“Sangat dibutuhkan biaya kargo udara yang murah,” tutur Zaldi.
***
sumber : kumparan.com
Daftarkan Email anda dan dapatkan informasi dan promo menarik dari Prahu-Hub.